Penafian tulisan: tulisan ini mengandung pranala pemasaran afiliasi (affiliate marketing link). Hingga saat tulisan dibuat, ini bukanlah tulisan berbayar dan saya tidak dan/atau belum bekerja sama dengan pihak Grounds Studio.
Saya sangat senang menggunakan ransel ketika sedang bepergian, alih-alih tas selempang maupun tenteng. Ketika menggunakan ransel, kedua bahu akan menopang berat tasnya secara bersamaan. Lain halnya dengan tas selempang, hanya salah satu bahu yang akan menopang beratnya.
Salah satu nilai plusnya menggunakan ransel, yaitu tasnya bisa dipindah ke depan untuk mencegah pencurian barang ketika berada di transportasi umum. Ini bukanlah sesuatu yang asing bagi pengguna KRL, dengan sebutan bekennya “anker” (akronim dari “anak kereta”).
Suatu ketika, saya dihubungi oleh VTuber bernama Aymana Manisha terkait tas yang saya gunakan. Sehari-hari, ia menggunakan tas dari Grounds Studio yaitu seri Catto Totebag. Setelah menunjukkan beberapa koleksi tasnya dari Grounds Studio, ia langsung menyarankan saya untuk membeli seri Tuffsy Totebag.
“Kamu kan sudah punya ransel, gak ada salahnya buat coba jenis tas yang lain untuk keseharian kamu”, pungkasnya.
Berhubung tas ini adalah tas tenteng dan selempang, awalnya saya ragu-ragu untuk membelinya. Namun, pada akhirnya saya membeli tas tersebut dengan alasan ingin mencoba sesuatu di luar zona nyaman (dalam hal ini menggunakan tas ransel).
Beberapa hari kemudian, tas tersebut sampai di rumah saya.

Saya kira awalnya hanya sebatas tas totebag biasa, tetapi tas ini bisa dikatakan sangat praktikal dan dapat menampung banyak barang. Bahkan laptop yang saya gunakan saat ini, yaitu MacBook Pro M4 Pro 14″, dapat masuk ke dalamnya dengan lega. Tambahan, di dalam tasnya terdapat bagian tersendiri untuk meletakkan laptop maupun gawai.
Selain itu, di dalamnya terdapat semacam fiber keras yang bertujuan agar tas tersebut terlihat kokoh di sisi sebelah kiri dan kanannya.
Kalau boleh jujur, mula-mula saya kurang nyaman menggunakan tas ini di mode selempang karena terasa berat sebelah. Namun, saya coba mengakalinya dengan mengganti mode dari selempang ke tenteng di tangan kiri dan kanan secara bergantian. Sejauh ini saya merasa cukup nyaman dan tidak ada keluhan yang berarti.
Tidak seperti tas ransel yang saya gunakan sebelumnya, karena memang didesain untuk laptop, tas ini bisa menampung botol minum maupun tumbler. Sebenarnya bisa saja saya membeli tas ransel besar yang menampung lebih banyak isi, tetapi itu bukanlah hal yang sesuai bagi saya.
Beda orang, maka beda keinginan dan kebutuhannya, kan?
Apakah saya akan mengganti tas ransel ke tas baru tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari? Iya, tetapi tidak 100%. Perlu saya akui, ada beberapa momen yang mengharuskan saya menggunakan tas ransel. Namun, saya berani menjamin bahwa sebanyak 70-80% aktivitas saya akan menggunakan tas dari Grounds Studio tersebut.
Dengan membeli tas ini, secara tidak langsung saya juga mengapresiasi diri terhadap apa yang sudah diraih saat ini. Selama tidak impulsif dan berlebihan, memberikan hadiah untuk diri sendiri adalah hal yang baik agar bisa lebih menikmati hidup.
Sepanjang saya melihat banyak orang di keramaian, beberapa di antaranya menggunakan tas yang kurang lebih seperti tas baru saya ini. Mereka menenteng tasnya dengan baju yang rapi dan hal itu terlihat kekinian bagi saya. Setelah menggunakan tas baru ini, saya merasa juga ikutan kekinian.
Terima kasih atas sarannya, Aymana! 🙏

Tinggalkan komentar Anda