Ketika saya sedang berselancar di YouTube, ada satu video yang pernah menemani masa remaja saya. Video tersebut adalah sulih suara (dubbing) acara Pimp My Ride ke Bahasa Jawa, tetapi isi kontennya nyeleneh nan menggelitik.
Pada masa SMP, saya mendapatkan video ini dari ponsel teman yang ditransfer menggunakan teknologi Bluetooth. Bisa dikatakan teknologi tersebut adalah sesuatu yang revolusioner pada masanya. Ponsel dengan Bluetooth pada waktu itu akan lebih dihargai jika dibandingkan ponsel yang hanya memiliki teknologi inframerah.
Transfer berkas menggunakan inframerah sangat memakan waktu, serta tidak praktis karena kedua perangkatnya harus saling menempel. Tidak seperti Bluetooth yang membutuhkan waktu singkat untuk mengirim berkas dan kedua perangkatnya bisa saling berjauhan (maksimal 10 meter).
Sekarang ini, teknologi Bluetooth sudah menjadi hal yang sangat lazim. Ketika saya hendak menggunakan AirPods, saya tidak perlu memikirkan apakah sudah terhubung ke MacBook atau belum. Semuanya berjalan dengan mulus melalui Bluetooth, terlebih lagi kedua perangkat itu berasal dari produsen yang sama.
Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, maka dari itu tidaklah perlu untuk terlena akan kemudahan yang diberikan olehnya. Jangan sampai nanti kita tidak dapat melakukan hal sederhana, yang seharusnya lumrah dilakukan oleh manusia, karena terlalu bergantung dengan teknologi itu sendiri.
Tidak semua hal yang kita lakukan harus menggunakan aplikasi kecerdasan artifisial (AI), kok.

Tinggalkan komentar Anda