Akhir-akhir ini saya membaca berita yang terkait dengan Komdigi, selain yang dilakukan terhadap Wikipedia. Salah satunya adalah mengenai penerapan IGRS untuk gim Steam di Indonesia. Tak ayal, penerapan tersebut menimbulkan kontroversi di kalangan warganet.
Bagaimana mungkin gim yang seharusnya untuk anak-anak malah diberi rating 18+ tahun, sementara gim dewasa malah diberi rating 3+ tahun. Warganet berpendapat, bahwa Komdigi hanya melihat dari tampilan luar dan tidak melihat isi gamenya secara mendalam.
Komdigi berdalih bahwa pihak Steam yang tidak tepat dalam menerapkan sistem IGRS sesuai klasifikasi resmi pemerintah Indonesia. Namun, warganet tidak percaya akan pernyataan Komdigi tersebut. Hal ini juga tercermin dari reaksi emotikon di kanal resmi WhatsApp milik Komdigi yang membahas berita terkait.

Sebagian warganet lain berpendapat bahwa mana mungkin perusahaan sebesar Valve (yang mengelola Steam) seceroboh itu dalam menentukan rating gim. Pada akhirnya, Steam menggunakan rating yang dibuat oleh PEGI, alih-alih IGRS. Setidaknya ini masih berlaku hingga saat tulisan ini diterbitkan.
Jujur saja saya geleng-geleng kepala akan tindakan Komdigi tersebut, serta menghela napas panjang akan apa yang terjadi di ranah internet Indonesia untuk ke depannya.
Oh, iya. Apakah Anda tahu bahwa Komdigi merupakan “warisan” dari Orde Lama dan Orde Baru yang bernama Departemen Penerangan (Deppen)? Saya tidak asal berbicara, silakan cek sendiri situs web resminya.

Tinggalkan komentar Anda