Dalam ,

Kopas

Kopas

Tiada angin dan hujan, salah satu kolega mengirimkan pranala ini ke layanan perpesanan internal kantor. Pranala tersebut mengarah ke situs web berisi pesan agar tidak membalas pesan hanya mengandalkan hasil dari prompt aplikasi kecerdasan artifisial (AI).

Sebagai individu yang memilih untuk tidak ingin terseret arus FOMO dari penggunaan AI, saya langsung menyimpan pranala ini agar suatu saat bisa digunakan ketika dibutuhkan.

Secara garis besar, situs web tersebut mengajak kita untuk tidak melakukan salin tempel (copy paste) dari hasil prompt AI semata. Kita juga diajak untuk selalu gunakan pemikiran kita sendiri ketika hendak menjawab pertanyaan, mengerjakan tugas, hingga menyatakan pendapat atau argumen.

Seharusnya kita sudah paham bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti isi kepala kita. Jujur saja, saya pun jengah untuk menuliskan ini, tetapi harus diingatkan berulang kali hingga kita benar-benar memahaminya.

Situs web tersebut menyediakan dua versi lainnya, yaitu marah-marah dan guru atau pengajar. Menurut saya secara pribadi, saya lebih suka versi marah-marah karena lebih mengena bagi yang membacanya. Versi tersebut sangat menggambarkan isi pikiran saya tentang penggunaan AI.

“Kalau balesan lo dimulai pake ‘Ini kata Claude:’ atau langsung delapan ratus kata teks ChatGPT tanpa diedit, selamat: lo baru aja ngebuktiin kalau otak lo cuma jadi perantara doang.”

Bagian ini memang mantap nian. 😂


Discover more from Nohirara Swadayana

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To respond on your own website, enter the URL of your response which should contain a link to this post's permalink URL. Your response will then appear (possibly after moderation) on this page. Want to update or remove your response? Update or delete your post and re-enter your post's URL again. (Find out more about Webmentions.)