Terlena

Beberapa hari yang lalu, saya memiliki rencana untuk berkunjung ke salah satu mal di Jakarta Selatan. Tidak seperti biasanya yang menggunakan taksi dari rumah, kali ini saya mencoba untuk menjangkau tempat tersebut menggunakan KRL.

Ya, inilah mal yang saya maksudkan. 🙂

Sebelum “bekerja dari rumah” jadi makanan sehari-hari, saya sering pulang pergi dari dan ke tempat kerja menggunakan KRL maupun moda transportasi publik. Kebiasaan ini bermula pada masa kuliah, karena kedua orang tua tidak mengizinkan saya untuk ngekos dekat kampus.

Ketika sudah mendapatkan pekerjaan saat ini, bisa dikatakan saya hampir tidak pernah menggunakan KRL untuk berpergian. Sekarang saya dimanjakan oleh kenyamanan menggunakan taksi (standar dan premium) ketika mengunjungi suatu tempat.

Agar tidak terlalu lama terlena, maka saya putuskan untuk sesekali kembali menggunakan KRL jika ada kesempatan bepergian. Toh, hitung-hitung bisa menghemat ongkos bagi saya in this economy.


Discover more from Nohirara Swadayana

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

2 responses

  1. sebuah kemewahan sebenarnya bisa mendapatkan akses transportasi yang memadai..

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Your post must include a link to this post.

How does this work?
Write a response on your own website and include a link to this post. Then submit your response’s URL here. Your response may appear here after moderation. To update or remove it, edit or delete your original post and submit the same URL again. Learn more about Webmentions.