Dalam ,

Daya

Daya

Coba pikirkan, kapan terakhir kali Anda mencari sesuatu menggunakan Google dan mengklik satu persatu situs web untuk menemukan jawaban yang diinginkan? Pada zaman keemasannya, hal tersebut sangatlah lazim dilakukan.

Sekarang, sudah banyak yang menggunakan kecerdasan artifisial (AI) dalam mencari informasi maupun meminta saran akan segala sesuatu. Jawaban yang diberikan oleh AI terlihat komprehensif dan bisa membantu dalam keseharian. Tidak perlu lagi membuka banyak aplikasi dan melakukan kroscek.

Disadari atau tidak, setiap aplikasi AI memberikan penafian (disclaimer) yang menegaskan bahwa jawabannya bisa saja salah. Namun, banyak dari antara kita yang tidak menyadari kehadiran informasi tersebut. Alhasil, AI dianggap sebagai jawaban atas segala doa yang tidak perlu diragukan kebenarannya.


Ngomong-ngomong, semua tulisan saya di blog ini dibuat tanpa menggunakan bantuan AI sedikit pun. Bahkan saya membuatkan halaman tersendiri untuk menegaskan posisi saya terkait penggunaan AI.

Saya selalu menganggap menulis adalah sebagai bentuk latihan mengelola isi pikiran agar tidak cepat lupa. Selain itu, terdapat pula manfaat lainnya yang pernah saya bagikan di sini.

Karena faktor kesibukan akhir-akhir ini, saya hanya mampu membuat tulisan singkat nan padat. Namun, itu jauh lebih baik daripada mengandalkan AI untuk membuat tulisan panjang. Jika boleh terus terang, tulisan yang sepenuhnya dibuat menggunakan AI tidak memiliki jiwa dan unik sama sekali.

Ada yang tersinggung dengan pendapat saya? Tidak masalah, karena Anda berhak untuk tersinggung. Saya pun juga berhak untuk bersikap bodo amat dan tetap melanjutkan kehidupan tanpa bergantung dengan AI.

“AI akan menang dan menggantikan manusia”, mungkin itu yang Anda pikirkan. Apabila Anda mulai terganggu “periuknya” dan terkatung-katung karena digeser oleh AI, jangan mengeluh di media sosial, ya. 😉

Ketika saya sedang tidak menggunakan komputer, saya mencoba untuk menulis segala hal yang ada di dalam benak menggunakan aplikasi catatan di ponsel. Semua tulisan tersebut akan terbit dalam kategori Nukilan.


Discover more from Nohirara Swadayana

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

3 responses

  1. tentang AI, saya pribadi justru meng-embrace tentang kehadiran AI. cepat atau lambat, dengan segala kontroversinya, AI akan menjadi keseharian kita, selayaknya kita terbiasa dengan ponsel dan Google.
    kehadiran suatu teknologi itu selalu berpola. di awal-awal meledak-ledak, jika pasar menolak, ia akan mati sendiri. jika pasar menerima, ia akan terus berkembang.
    AI merupakan alat. seperti bagaimana pisau. tergantung penggunanya, mau dipakai untuk apa. untuk seorang chef, pisau menjadi senjata utama. untuk anak kecil, pisau bisa berbahaya. makanya biasanya pisau ada cara pakainya, ada aturannya. begitu juga dengan AI. saat ini, AI tidak ada aturan jelasnya. ini yang terjadi sekarang.
    saya sendiri menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari. bahkan pekerjaan menuntut saya untuk menjadi AI native, karena dunia ini lah kita menuju sekarang.
    namun saya sepakat. tulisan di blog saya juga saya tulis sendiri. ini semacam oase kecil dari keseharian saya yang hanya menulis prompt, kini menulis secara utuh apa yang ada di kepala, yang meski tidak serapih dan “sebagus” AI, ada kesenangan tersendiri.

    1. Saya sependapat bahwa AI akan menjadi bagian dari hidup kita, baik cepat maupun lambat. Namun, saya mengingatkan jangan sampai nantinya hal-hal sederhana yang sepatutnya dilakukan oleh manusia akan tergantikan sepenuhnya oleh AI.

      Perkembangan teknologi pada umumnya akan memudahkan hidup kita, tetapi kita sendiri harus menentukan batas pengaruh dari teknologi itu sendiri di dalam hidup sehari-hari. Alih-alih memudahkan (komplementer), malah jadi menggantikan (substitutif).

      Selama masih hidup, saya akan berusaha untuk melawan arus dunia dengan tetap berinternet secara “manual”. 😁

      1. Setuju AI sebagai asisten, bukan pengambil keputusan.

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To respond on your own website, enter the URL of your response which should contain a link to this post's permalink URL. Your response will then appear (possibly after moderation) on this page. Want to update or remove your response? Update or delete your post and re-enter your post's URL again. (Find out more about Webmentions.)